Anaknya tersandung kasus, incumbent Hasani keok

Politik dinasti Kota Pasuruan rontok di 2015

Kamis, 10 Desember 2015 / 11:51 WIB | Bagikan artikel ke Facebook anda
Dibaca 1232 kali
Pilkada Serentak 2015 membuat hegemoni politik dinasti di Kota Pasuruan berakhir./*ist

Pilkada Serentak 2015 membuat hegemoni politik dinasti di Kota Pasuruan berakhir./*ist

JURNAL3.COM | SURABAYA – Hasil real count Pilkada Serentak 2015 di Kota Pasuruan menunjukkan pasangan nomor urut 2, Setiyono-Raharto Teno Prasetyo berhasil unggul di pilkada serentak mengalahkan dua pasangan calon lainnya.

Berdasarkan perhitungan, Setiyono-Raharto unggul dengan perolehan 62.767 suara (55,61 persen), disusul pasangan Hasani-Mukhamad Yasin 48.867 suara (43,30 persen), dan Yus Samsul Hadi Subakir-Agus Wibowo 1.231 suara (1,09 persen).

Walaupun belum resmi, hasil itu membuat parpol pengusungnya, yakni Golkar, PDI-P, PAN, Gerindra, dan PPP, merasa bersukacita.

Politikus Partai Golkar, M.Misbakhun, pun mengatakan kemenangan itu adalah momen bersejarah berakhirnya politik dinasti di Kota Pasuruan.

“Keunggulan sementara pasangan nomor urut 2 versi real count ini adalah momen bersejarah berakhirnya politik dinasti di Kota Pasuruan,” kata Misbakhun.

Yang dia maksud tentu adalah kalahnya mantan Wali Kota Pasuruan, Hasani, yang kembali mencalonkan diri bersama Mukhamad Yasin.

Hasani memiliki anak yang menjadi anggota dewan asal Fraksi Kebangkitan Bangsa yang saat ini sedang menjalani proses hukum atas kasus narkoba bersama dua pekerja seks komersial beberapa waktu lalu. Anak Hasani lain, Ismali Marzukie saat ini menjabat Ketua DPRD setempat.

Dari 30 Anggota DPRD Kota Pasuruan Periode 2014-2019, ada empat keluarga Hasani. Yakni anak pertamanya, Ismail Marzukie, anak keempat Indra Iskandar, keponakan Muhammad Andie Githa, dan menantu Noor Achmad Trimayudha. Semuanya berangkat dari partai yang sama, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Ya, di Kota Pasuruan juga terdapat dinasti politik mantan Wali Kota Hasani yang mengakar kuat di Pasuruan,” pungkas anggota Komisi XI DPR RI itu.@asrafi

'